Beranda PEMERINTAH Pernyataan Menteri Agama Soal Azan dan Gonggongan Anjing, Fauzi Bahar: Haramkan Yaqut...

Pernyataan Menteri Agama Soal Azan dan Gonggongan Anjing, Fauzi Bahar: Haramkan Yaqut Cholil Qoumas Menginjak Kaki di Ranah Minang

Radar BI, Padang | Pernyataan kontoversial dari Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengambil contoh persamaan gonggong anjing dengan suara azan mendapat respon keras dari kalangan adat dan ulama Ranah Minang, Provinsi Sumatera Barat.

Pernyataan Menteri Agama ini mendapat respon dan kutukan keras dari Ketua LKAAM Sumbar DR. Fauzi Bahar.

Fauzi Bahar dan semua jajaran Ninik-mamak, serta alim ulama dan Bundo kanduang mengharamkan Menteri Agama RI untuk memijak kakinya bumi Ranah Minang, juga meminta agar bisa menarik ucapannya untuk meminta maaf pada umat.

BACA JUGA  Gara-gara Cuitan Allahmu Lemah, Ferdinand Hutahaean Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara
BACA JUGA  Polda Aceh Kembali Ungkap Peredaran 133 Kg Sabu Jaringan Internasional

“Demi Allah kita berjuang untuk perjuangan ini,  haram hukumnya Menteri Agama tersebut memijakkan kaki di Ranah Minang, kalau masih juga berani sebelum menarik ucapannya dan meminta maaf pada umat.

Saya pastikan tidak akan kembali lagi dia ke Jakarta,” ungkapan Ketua LKAAM Sumbar H Fauzi Bahar Dt Nan Sati dengan gusar, menyikapi perumpamaan Menteri Agama tentang adzan yang sama dengan gongongan binatang, Kamis (24/2/2022) di Kantor LKAAM Sumbar.

BACA JUGA  Kapolres OKU Timur Resmi Jadi Tersangka Kasus Suap 2 Miliar Bupati Muba
BACA JUGA  Pastikan TNI dan Polri Terus Buru KKB, Dankor Brimob: Kita Ingin Papua Damai

Dalam video yang beredar di berbagai Grup WhatsApp, Mantan Walikota Padang dua periode ini pun menegaskan apa yang dilontarkan Menteri Agama sudah merusak hati dan bathin umat Islam. Khususnya masyarakat Minangkabau, karena dasar filosofis Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.

Selian itu, Fauzi Bahar mengatakan bahwa kalau orang Minang memang adalah Islam dan azan adalah panggilan sholat jangan disamakan dengan gonggongan anjing.

BACA JUGA  Fauzi Bahar: Mencetak Generasi Beriman, Bertaqwa dengan Dilandasi oleh Ilmu dan Berakhlak Mulia
BACA JUGA  Polda Sumsel Benarkan Personel Polri D Ditahan Mabes Polri Terkait Suap

Pernyataan bapak Menteri Agama itu melukai hati orang minangkabau yang penganut Islam. Untuk itu Menteri Agama haram menginjakan kakinya di tanah minangkabau ini.

Jangan coba-coba injak tanah minangkabau, ini Islam ini Islam sejati, Menteri Agama sudah kebangetan, ujar Fauzi yang rekaman sikapnya itu kini juga sedang viral ke berbagai platform media sosial yang dikutip dari Dirgantara Online.

Fauzi juga menyatakan, pernyataan Menteri agama  itu telah menyalahgunakan wewenang yang diberikan Presiden kepadanya.

BACA JUGA  Jelang HUT Bhayangkara ke-75, Polda Sumbar Berikan Vaksinasi Massal Gratis
BACA JUGA  Kisruh Dedy Yon-Jumadi, Polda Jateng Terus Dalami Aduan Rekayasa Kasus Narkoba

“Kasihan kita ke bapak presiden ynag memberikan kewenangan kepada dia (Menteri Agama,-red). Dan dia menyalahkan gunakan wewenang itu, sehingga Presiden juga akan mendapat imbas dari pernyataan tanpa etika dan logika tersebut,” tambah Fauzi Bahar.

Fauzi Bahar Dt. Nan Sati yang saat itu didampingi sekretaris LKAAM Jasman Rizal Dt. Rajo Bendang, serta humas Gusfen Kahirul, Zulnadi dan Vicky, mengimbau agar orang Minang harus siap berjuang dalam mempertahankan akidah, demi kehormatan Ranah Minang.

BACA JUGA  Banjir Bandang di Flores Timur, 23 Orang Meninggal Dunia
BACA JUGA  Polda Jateng Tangkap Tersangka Penyeludupan Sabu Jaringan Internasional

“Kita siap berjuang untuk ini, dan kita orang Minang pasti muslim, yang taat dan patuh pada ajaran Alquran dan hadist, termasuk di dalamnya sholat, maka azan adalah panggilan sholat, jangan dilecehkan, siapapun yang melecehkan kita harus berantas,” tegas Fauzi. (Mond/Dp)

#SuaraAzan #FauziBahar #Menag #Sumbar #YaqutCholilQoumas

Facebook Comments

Artikel sebelumyaKapolri Minta Vaksinasi Booster Untuk Lansia Betul-betul Dimaksimalkan
Artikel berikutnyaGempa 6, 2 SR Guncang Sumbar, Sejumlah Bangunan Pemerintah, Masjid dan Rumah Warga Rusak Parah