Beranda INFO POLRI Satgas Madago Raya Baku Tembak dengan Teroris MIT, 1 DPO Ditembak Mati

Satgas Madago Raya Baku Tembak dengan Teroris MIT, 1 DPO Ditembak Mati

Satu teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir telah tewas ditembak mati oleh Satgas Madago Raya.
Radar BI, Dolago | Satu teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir telah tewas ditembak mati oleh Satgas Madago Raya. Sejumlah senjata tajam dan bahan peledak berhasil diamankan.

“Kemudian, ada satu buah botol bubuk mesiu, satu ransel, dua pasang baju, satu pasang celana, satu parang, gergaji dan lain-lain,” ujar Wakasatgas Humas Operasi Madago Raya, AKBP. Bronto Budiyono, Rabu (5/1/2022).

Wakasatgas Humas Operasi Madago Raya menjelaskan, kronologi penembakan berawal saat Satgas Madago Raya mengetahui informasi pergerakan teroris di Desa Dolago, Parimo. Informasi tersebut didapatkan sekitar pukul 06.30 WITA.

BACA JUGA  Mata Sekum FPI Munarman Ditutup, Polri: Sesuai SOP Penangkapan Tersangka Teroris
BACA JUGA  Kapolri Akhir Agustus Warga Jawa Timur Terima Hadiah Herd Immunity

“Terlihat satu orang DPO teroris bernama Ahmad Panjang teridentifikasi,” jelas Wakasatgas Humas Operasi Madago Raya.

Kemudian, personil Satgas Madago Raya mendekati pergerakan tersebut dan terjadi kontak senjata antara keduanya. Kontak senjata itu menyebabkan teroris Ahmad Panjang tewas di lokasi.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RS. Bhayangkara, Palu, untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut guna mengonfirmasi kebenaran identitas Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang tersebut.

BACA JUGA  Polri: Terduga Teroris Tasikmalaya Baiat ke ISIS Pada Tahun 2019
BACA JUGA  Antisipasi Malam Tahun Baru, Muspika Pebayuran Gelar Rapat Koordinasi Pengamanan

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Ahmad Ramadhan mengimbau agar tiga terduga teroris MIT lainnya yang masuk ke dalam daftar DPO untuk menyerahkan diri.

“Tentu, Polri kembali mengimbau kepada pelaku DPO lain untuk segera menyerahkan diri kepada pemerintah dalam hal ini Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sekali lagi kami menghimbau kepada DPO yang masih tersisa agar menyerahkan diri kepada Polri,” tegas Karo Penmas Divisi Humas Polri, Selasa (4/1/2022). (fa/bq/hy)

Sumber: Humas Polri.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaUsut Pemesan Pekerja Migran WNI Ilegal, Polri Kerjasama dengan Polisi Malaysia
Artikel berikutnyaPolda DIY Tetapkan 5 Tersangka Terkait Penyelundupan Ganja Kering