Rabu, Juli 24, 2024
No menu items!

Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembunuhan Teknisi Sound System di Malang

Must Read
Jateng, Radar BI | Tim Satreskrim Polresta Malang Kota bersama Reskrim Polsekta Sukun berhasil menangkap dan mengungkap pelaku penganiayaan serta pembunuhan terhadap Ariffin (berusia 42 tahun) teknisi sound system asal Bakalankrajan, warga Jalan Pelabuhan Tanjung Emas RT 07 RW 01 Kelurahan Bakalan Krajan Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada hari Minggu lalu (25/6/2023).

Keempat pelaku kemarin (27/6/2023) dikeler penyidik Polresta Malang Kota. Sebelum pengeroyokan berujung maut tersebut, diduga keempat pelaku pembunuhan sudah mabuk terlebih dahulu.

Mereka adalah Siswanto (berusia 44 tahun), Rohman Krisdianto (berusia 27 tahun) dan Eko P (berusia 38 tahun). Ketiganya adalah warga Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

BACA JUGA  Terpilih di Musnas I, Agenanda Djatmika: Bersinergi Dalam Pelaksanaan Tugas Polri Ciptakan Kamtibmas Yang Kondusif

Sedangkan satu pelaku lain adalah Tri Styabudi alias Gotri (berusia 41 tahun) yang masih tetangga korban di Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Para 3 pelaku ditangkap setelah satu hari setelah peristiwa pembunuhan, kecuali Eko yang baru menyerahkan diri kemarin.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Bayu Febrianto Prayoga memaparkan kronologi pengeroyokan berujung pembunuhan tersebut.

BACA JUGA  Buka Puasa Bersama, Dandim 0306/50 Kota: Semangati Anak Yatim Piatu Agar Jadi Orang Besar

Pada hari kejadian ada pergelaran seni bantengan di sekitar SDN Bakalankrajan 1. Saat itu, Arifin bertugas sebagai teknisi sound system.

Tak jauh dari lokasi pergelaran seni, Gotri menggelar pesta minuman keras (miras) bersama teman-temannya.

“Di sana para pelaku minum minuman keras, setelah itu Gotri mau ke lokasi pergelaran seni untuk ikut acara,” kata Bayu.

BACA JUGA  Hari Anak Nasional, Walikota: Pemkot Binjai Akan Makin Perhatikan Anak Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu

Mereka pun join ke lokasi sekitar pukul 17.15. Di sana, sudah ada Arifin yang stand by. Tak lama kemudian terjadi perselisihan antara Gotri dan Arifin.

“Menurut pelaku, mereka saat mau masuk tapi dihalang-halangi korban. Saat ditegur, malah dijawab korban seperti menantang,” imbuhnya.

Karena itulah, Gotri tersinggung dan memanggil teman-temannya. Bersamaan dengan itu juga, diambil lah senjata tajam berupa parang dan dua pisau sangkur dari rumah Gotri. Akhirnya, pengeroyokan yang berujung penghilangan nyawa orang itu terjadi.

BACA JUGA  11 Program Pemerintah Kota Padang Mewujudkan Masyarakat Madani Berbasis Pendidikan

Gotri membanting korban sampai terjatuh, kemudian Siswanto melakukan penusukan. Rohman ikut memukul, lalu Eko menusuk korban. Hal itu mengakibatkan dua luka tusuk di area perut Arifin.

”Ditusuknya pakai dua pisau yang mengakibatkan luka sepanjang 40 sentimeter. Tusukan tembus ke organ ginjal dan lambung. Sangkur itu masih tertancap di tubuh korban,” ungkap mantan Kasatreskrim Polres Gresik itu.

Setelah penusukan itu, Arifin dibawa ke IGD RST Dr Soepraoen untuk mendapat perawatan. Tapi nyawanya tak tertolong. Keesokan harinya, pelaku ditangkap di rumah masing-masing.

BACA JUGA  Masuk ke Indonesia, Polda Metro Jaya Karantina 126 WN India di Jakarta Barat

Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, dan pasal 170 ayat 3 KUHP tentang Pengeroyokan yang Menyebabkan Hilangnya Nyawa.

Iklan

Latest News

Hendri Septa Ajak Kaum Muslim Sambut Muharram 1446 H dengan Peningkatan Takwa dan Keimanan

Lubeg, Radar Berita Indonesia | Bakal calon Wali Kota Padang H. Hendri Septa, B.Bus., MIB,. Datuak Alam Batuah sangat mengapresiasi...

Artikel Lain Yang Anda Suka