Beranda INFO POLRI Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang, Pelaku dan Saksi Diperiksa Pakai...

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang, Pelaku dan Saksi Diperiksa Pakai Alat Tes Kebohongan

Penyidik Ditreskrimum Polda NTT melakukan deteksi kebohongan terhadap Randy Badjideh.
Radar BI | Penyidik Ditreskrimum Polda NTT melakukan deteksi kebohongan terhadap Randy Badjideh, tersangka pembunuhan ibu dan anak di Kota Kupang. Tes kebohongan dilakukan dengan alat pendeteksi, didatangkan langsung dari Laboratorium Forensik Mabes Polri.

“Sejak pada tanggal 7-10 Januari kasus pembunuhan telah dilakukan pemeriksaan forensik Lie Detector terhadap tersangka Randy,” jelas Kabid Humas Polda NTT, Kombes. Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto pada hari, Senin (10/1/2022).

Kombes. Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto menjelaskan, selain tersangka Randy, lima orang saksi juga dilakukan tes kebohongan.

BACA JUGA  Bareskrim Polri Periksa Anggota DPR RI Kota Depok sebagai Tersangka
BACA JUGA  Polres Cilegon Gerak Cepat Tangkap Pelaku Pembunuhan Sadis di Anyer

“Tiga orang saksi telah diperiksa, dua saksi lagi direncanakan akan dilakukan tes besok,” ujarnya.

Ditanya terkait nama-nama para saksi yang dilakukan tes kebohongan itu dan apakah jawaban mereka kurang meyakinkan serta pemeriksaan ini merupakan petunjuk dari JPU, mantan Kapolres TTU itu enggan merespon.

Sebelumnya, berkas kasus dengan korban Astri Evita Seprini Manafe (berusia 30 tahun) dan Lael Maccabee (1) telah diteliti jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi NTT. Berkas tersebut dinilai belum lengkap dan dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi.

BACA JUGA  Kapolda Imbau Masyarakat Mari Bersama Sukseskan Vaksinasi Anak di Sumut
BACA JUGA  Tabrak Tumpukan Pasir Proyek, Pengendara Sepeda Motor Kritis

Berkas yang ditahap satukan penyidik sejak, Selasa (28/12) dengan surat nomor: B/2321/XII/2021/Ditreskrimum di kembali pada Jumat (7/1) sekitar pukul 15:00 wita.

Ia menjelaskan bahwa petunjuk JPU berupa aspek formil dan aspek materil. Ditegaskan, penyidik Polda NTT akan segera memenuhi berkas perkara dengan tersangka Randy alias RB yang dikembalikan jaksa itu.

“Penyidik sudah menerima P19 dari JPU dan penyidik akan segera memenuhi petunjuk jaksa tersebut dan akan segera dikembalikan ke JPU.

BACA JUGA  Korban Pembunuhan Istri Siri di Depok, Pelaku Sempat Cekcok Soal Jual Diri
BACA JUGA  Warga Aik Rayak Keluhkan Aktivitas Tambang Timah Ilegal di Tanjung Pandan

Menurut Krisna, terkait P-19 tersebut ada beberapa hal yang harus dipenuhi yakni aspek formil dan materil. “Setelah kita penuhi petunjuknya akan kita kirim kembali berkas perkara,” tutupnya.

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim ketika dihubungi wartawan, Kamis (6/1) mengatakan, persoalan kemanusiaan, khususnya yang terjadi di NTT akan mendapat hukuman yang maksimal.

Dia mencontohkan kasus Yustinus Tanaem alias Tinus dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap anak dibawa umur.

BACA JUGA  Perampokan dan Pembunuhan Sadis di Kuranji Terungkap, Otak Pelaku Pembantu dan Satpam
BACA JUGA  Setubuhi Anak Bawah Umur di Padang, Remaja 17 Tahun Ditangkap Polisi

Menurutnya, kejadian semacam ini memang tidak ditolerir oleh Kajati NTT, Yulianto. Hal ini juga berlaku pada kasus dengan tersangka Randi Badjideh yang juga menjadi perhatian dan atensi publik itu.

“Termasuk yang di Penkase Oeleta itu kan termaksud sadis juga toh. Atensi pimpinan itu,” ungkap Abdul Hakim.

Terhadap berkas perkara yang dilimpahkan dari penyidik Polda NTT sejak tanggal 28 Desember 2021 lalu, hingga kini masih diteliti pihak Kejati. “Masih diteliti, sabar. Kalau ada kekurangan berkas dikembalikan,” katanya.

BACA JUGA  Kukuhkan Pengurus Pemuda Premtas Ampang Karang Ganting, Irwan Basir: Cegah Penyalahgunaan Narkoba untuk Bangun Generasi Muda Berkualitas
BACA JUGA  Dua Minggu Buron, Pembunuhan Gadis Bercelana Doraemon Akhirnya Berhasil Ditangkap Polisi

Abdul Hakim menyebut, batas akhir penelitian berkas ini dilakukan hingga Selasa pekan depan. Dia mengatakan, berkas jika telah memenuhi syarat akan disampaikan, begitu juga jika berkas belum lengkap, maka akan dikembalikan, dikutip dari merdeka.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaPolda Banten Ungkap Ledakan Tewaskan Tukang Ojek Berasal dari Bahan Bom Ikan
Artikel berikutnyaTanggul Citarum Cabangbungin Timpah 3 Rumah Warga Hingga Ambruk