KPK Panggil Kepala BPBD dan Sekda Kota Bekasi di Kasus Suap Rahmat Effendi

77
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri,
Radar BI, Jakarta | KPK memanggil Kepala BPBD Kota Bekasi, Nurcholis, hingga Sekretaris Daerah Pemerintah Kota (Sekda Pemkot) Bekasi, Reny Hendrawati. Mereka dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan suap lelang jabatan dan pengadaan barang dan jasa yang menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE) sebagai tersangka.

“Saksi TPK (tindak pidana korupsi) terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di pemerintahan Kota Bekasi untuk tersangka RE,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

BACA JUGA  Pelabuhan Merak Tidak Jual Tiket, Kakorlantas Polri: Jangan Nekat Mudik
BACA JUGA  Wakapolri Peringatan Tegas Seluruh Personel Polri Jaga Netralitas Hadapi Pemilu 2024

Selain itu, KPK memanggil ajudan Wali Kota Bekasi, Andi Kristanto; karyawan swasta, Intan; Camat Rawalumbu, Makhfud Syaifudin dan Kabid Pertanahan Disperkimtan Kota Bekasi, Heryanto.

Saksi selanjutnya adalah Kasi BP3KB, Lisda, pejabat pembuat komitmen (PPK), Giyarto serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Para saksi rencananya akan diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, hari ini.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi bersama sejumlah orang lainnya ditangkap KPK. Dari operasi tangkap tangan kasus dugaan korupsi ini, KPK juga mengamankan uang total Rp. 5,7 miliar.

BACA JUGA  Densus 88 Tangkap Saiful Basri Buronan Terduga Teroris di Jakarta
BACA JUGA  Barcelona Lepas Memphis Depay ke Atletico Madrid

“Perlu diketahui, jumlah uang bukti kurang-lebih Rp. 5,7 miliar dan sudah kita sita Rp. 3 miliar berupa uang tunai dan Rp. 2 miliar dalam buku tabungan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/1/2022).

Dalam kasus ini, total KPK menjerat 9 tersangka. Berikut rinciannya:

Sebagai pemberi:
1. Ali Amril (AA) sebagai Direktur PT ME (MAM Energindo);
2. Lai Bui Min alias Anen (LBM) sebagai swasta;
3. Suryadi (SY) sebagai Direktur PT KBR (Kota Bintang Rayatri) dan PT HS (Hanaveri Sentosa); dan
4. Makhfud Saifudin (MS) sebagai Camat Rawalumbu.

BACA JUGA  Kesal!, Penagih Utang Dibunuh Oleh Ibu Rumah Tangga
BACA JUGA  Afrizal Dorong Masyarakat Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi Rawan Bencana

Sebagai penerima:
5. Rahmat Effendi (RE) sebagai Wali Kota Bekasi.
6. M Bunyamin (MB) sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi.
7. Mulyadi alias Bayong (MY) sebagai Lurah Jatisari.
8. Wahyudin (WY) sebagai Camat Jatisampurna; dan
9. Jumhana Lutfi (JL) sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi.

Untuk tersangka pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

BACA JUGA  Mudik Lebaran Dilarang, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pos Penjagaan Strategis
BACA JUGA  Pelabuhan Merak Tidak Jual Tiket, Kakorlantas Polri: Jangan Nekat Mudik

Sedangkan tersangka penerima dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf f serta Pasal 12B UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Azh/Fas)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini