Rabu, Juli 17, 2024
No menu items!

Wanita Hamil Dibunuh Sadis Pedagang Terang Bulan di Bangkalan

Must Read
Jatim, Radar BI | Seorang wanita hamil dibunuh di Bangkalan, Provinsi Jawa Timur hingga lehernya nyaris putus pada Senin, 29 Mei 2023. Korban bernama Hotimah meninggal dengan kondisi luka akibat benda tajam di leher dan perut.

Ternyata, wanita  hamil (korban) dibunuh oleh seorang pria yang merupakan kekasih gelapnya. Peristiwa itu berlokasi di Desa Duwek Buter, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (29/5/2023).

Wanita hamil bernama Hotimah (berusia 39 tahun) dibunuh secara sadis hingga lehernya hampir putus. Korban telah menjalin hubungan gelap dengan pelaku selama 2 tahun.

BACA JUGA  Kejari Kabupaten Bekasi Jebloskan Mantan Ketua APDESI ke Penjara

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Bangkit Dananjaya mengatakan awalnya pelaku sempat mengajak korban bertemu di mushala rumah korban.

Pelaku juga mengakui bahwa dirinya dengan korban sempat melakukan hubungan asusila di musala tempat mereka bertemu. Korban yang sedang hamil kemudian meminta pelaku untuk bertanggung jawab dengan menikahinya.

“Lalu di saat itu, korban menanyakan lagi dengan nada sedikit marah. Sempat terjadi cekcok di antara keduanya. Sehingga rencana (pembunuhan) oleh tersangka diwujudkan dengan membunuh korban,” ujar Bangkit.

BACA JUGA  Tindaklanjuti Instruksi Presiden Soal Karantina PPLN, Kapolri Luncurkan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi

Kasat Reskrim Polres Bangkalan juga mengatakan bahwa pelaku terus didesak untuk menikahi korban selama beberapa minggu terakhir. Hal itulah yang membuat pelaku merencanakan aksi pembunuhan pada Hotimah.

Pada hari Senin (29/5/2023) dini hari sekitar pukul 01.00 pagi, pelaku membunuh korban dengan pisau yang telah disiapkan di lahan depan rumahnya. Korban tewas dengan luka sayatan di leher dan perutnya.

“Korban ditemukan di lahan depan rumahnya sekitar pukul 04.30 WIB oleh ibunya,” ujar AKP. Bangkit.

BACA JUGA  Pelajar SMK Jadi Korban Pembacokan, Mirisnya Celurit Masih Tertancap di Kaki

Pelaku pembunuhan Hotimah adalah Sonny Safaat (berusia 25 tahun). Ia merupakan kekasih gelap Hotimah serta mantan pedagang terang bulan atau martabak manis.

Sonny yang telah membunuh korban sempat datang ke lokasi penemuan jenazah Hotimah. Dia bahkan bertanya-tanya kepada warga lainnya. Sony juga datang ke rumah korban untuk mengikuti tahlilan di rumah korban.

“Iya, pelaku datang untuk tahlilan di malam pertama dan kedua setelah korban meninggal,” ujar Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Bangkit Dananjaya.

BACA JUGA  Motivasi Satgas Madago Raya, Panglima TNI dan Kapolri Pastikan Negara Tak Akan Kalah dari Teroris

Sonny menceritakan awal perkenalannya dengan korban. Ia mengaku pertama kali bertemu Hotimah saat berjualan terang bulan.

“Saat itu saya berjualan martabak manis, karena (korban) sering beli jadi akrab. Lalu korban meminta nomor saya untuk meminta resep martabak manis yang saya jual,” terang Sonny, Jumat (2/6/2023).

Usai bertukar nomor, ia lalu memberikan resep martabak manis itu pada korban. Setelah itu komunikasi berlanjut, korban cerita soal rumah tangganya, tambahnya.

BACA JUGA  Polres Tangsel Gagalkan Peredaran Narkoba Senilai Rp 2,7 M Jaringan Napi LP

Korban Belum Bercerai dengan Suaminya

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Bangkit Dananjaya mengatakan, korban hamil di luar nikah dengan pelaku dan Hotimah juga masih berstatus sebagai istri orang meskipun telah pisah ranjang.

“Korban masih berstatus menikah, belum cerai,” ungkap Bangkit.

Motif Pembunuhan

Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya mengatakan motif pembunuhan Hotimah, warga Desa Karang Duwek, Kecamatan Arosbaya. Pembunuhan itu dilatarbelakangi oleh asmara.

BACA JUGA  Mursalim Sesali Penyerangan Oknum PKL Terhadap Satpol PP di Pantai Padang

“Dari hasil keterangan saksi maupun tersangka, yang bersangkutan mengaku pacaran, motifnya asmara karena korban ini minta pertanggungjawaban dari pacarnya,” kata Febri, Kamis (1/6/2023).

Febri menyebut, pelaku tidak terima saat korban meminta pertanggungjawaban usai dihamili. Sebelum dibunuh, sempat terjadi cekcok antara keduanya.

“Sebelum terjadi pembunuhan memang terjadi peristiwa seperti itu sempat cekcok,” imbuhnya.

Kondisi Mayat Hotimah

Dokter forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Edi Suharto mengatakan, dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka gorok di bagian leher. Luka tersebut hampir membuat leher korban putus.

BACA JUGA  Polisi Berhasil Bongkar Kasus Peredaran Narkoba Sebanyak 5 Kg Sabu

“Terdapat luka di leher diduga luka tersebut diperoleh akibat sayatan senjata tajam. Ya, (hampir putus) kondisinya begitu,” ujar Edi.

Pelaku Ajak Berbuat Asusila Sebelum Bunuh Korban

Sebelum dibunuh, Sonny sempat mengajak Hotimah berbuat asusila di musala. Di hadapan penyidik pelaku juga mengakui bahwa dirinya dengan korban sempat melakukan hubungan asusila di musala tempat mereka bertemu.

Setelah itu, korban yang sedang hamil kembali meminta pelaku untuk bertanggung jawab, menikahinya.

BACA JUGA  Polda Sumut Tahan Oknum Kepala Sekolah SD di Medan Diduga Cabuli Murid

“Lalu di saat itu, korban menanyakan lagi dengan nada sedikit marah. Sempat terjadi cekcok di antara keduanya. Sehingga rencana (pembunuhan) oleh tersangka diwujudkan dengan membunuh korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Bangkit Dananjaya, Sabtu (3/6/2023).

AKP. Bangkit menyebut, pelaku telah merencanakan aksi pembunuhan itu. Sebelum pembunuhan terjadi korban diajak bertemu oleh pelaku di musala rumah korban.

Sony yang lebih dulu tiba di lokasi tempat janjian telah menyelipkan pisau di pagar musala. Kepada polisi pria yang telah mengenal korban selama 3 tahun mengaku berencana menghabisi wanita itu jika terus memintanya untuk menikahinya.

BACA JUGA  Motivasi Satgas Madago Raya, Panglima TNI dan Kapolri Pastikan Negara Tak Akan Kalah dari Teroris

Pelaku Pura-pura Tak Tahu, Bahkan Ikut Tahlilan

Senin pagi ketika ibu korban menemukan jenazah Hotimah hingga membuat geger warga setempat, Sony yang telah membunuh korban juga datang ke lokasi. Dia bahkan sempat bertanya-tanya kepada warga lainnya

Tidak hanya itu, Bangkit mengatakan bahwa pembunuh berdarah dingin itu bahkan sempat datang ke rumah korban untuk mengikuti tahlilan di rumah korban. “Iya, pelaku datang untuk tahlilan di malam pertama dan kedua setelah korban meninggal,” ujar Bangkit.

BACA JUGA  Kejari Kabupaten Bekasi Jebloskan Mantan Ketua APDESI ke Penjara

Sumber: detikNews.

Iklan

Latest News

Sejarah Awal Mula dan Perkembangan RT/RW di Indonesia, Benarkah Warisan Jepang?

Radar Berita Indonesia | Masa penjajahan Jepang (1942-1945), pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, pemerintah militer Jepang membentuk tonarigumi...

Artikel Lain Yang Anda Suka